
Terkait isu Kiamat Internet yang kini tengah ramai dibicarakan, Menteri Komunikasi dan Informasi Tifatul Sembiring menyampaikan bahwa masyarakat tidak perlu panik. Menurutnya, virus DNS-Changer yang menjadi penyebab Kiamat Internet tidak berisiko tinggi di Indonesia.
Dalam keterangan pers pada Minggu (8/7) malam, Tifatul mengatakan bahwa Kiamat Internet hanyalah sebuah rumor. Ini berarti bahwa kemacetan jaringan internet di Indonesia dalam skala besar pada 9 Juli 2012 tidaklah benar. Selain itu, ia juga menyampaikan himbauan tersebut melalui akun twitternya @tifsembiring.
Menteri kelahiran 28 September 1961 tersebut juga menyampaikan bahwa Indonesia sempat mendapat serangan bertubi-tubi dari virus yang diciptakan warga Estonia tersebut. Namun, Biro Investigasi Amerika Serikat (FBI) segera bertindak dengan menciptakan antivirus baru.
Saat ini, jumlah komputer yang terjangkit DNS-Changer telah jauh berkurang. Tiga bulan lalu jumlahnya mencapai 360.000 komputer, sedangkan sekarang hanya sekitar 277.000. Dari jumlah Tersebut, 64.000 di antaranya merupakan komputer-komputer di Amerika.
FBI pernah merilis 25 negara yang berisiko tinggi terjangkit Trojan. Namun, Indonesia tidak termasuk dalam daftar tersebut. Kebanyakan berjangkit di negara-negara Eropa dan Amerika, ujar Tifatul.
Terakhir, Tifatul menambahkan bahwa meskipun menurut para peneliti DNS-Changer tidak berkembang di Indonesia, setiap pengguna internet sepatutnya tetap waspada. Untuk menjaga agar tetap aman beraktivitas di dunia maya, ia menganjurkan untuk memeriksa dan membersihkan komputer masing-masing dengan menggunakan program antivirus dan tidak mengunjungi tautan-tautan yang dikirim oleh orang yang tidak dikenal.
SUMBER
Tidak ada komentar:
Posting Komentar